Iklan

 


Tak Boleh Rayakan Tahun Baru di Bengkulu, Ini Penjelasan Dedy Wahyudi

Minggu, 20 Desember 2020 | 16:14 WIB Last Updated 2020-12-27T13:40:46Z

 




HarianBengkulu.com
- Pemerintah Kota Bengkulu secara tegas melarang masyarakat untuk merayakan pesta malam pergantian tahun atau malam tahun baru. Karena disinyalir akan memicu kerumunan massa sehingga berpotensi menimbulkan kluster baru penyebaran Covid-19.


Wakil Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi mengatakan, salah satu penyebab meningkatnya jumlah pasien Covid-19 adalah karena masih banyak masyarakat Bengkulu yang tidak mematuhi protokol kesehatan. Terutama dalam kegiatan yang melibatkan orang banyak dan memicu kerumunan.


“Sebentar lagi Natal dan tahun baru. Khusus tahun baru dilarang ada perayaan apalagi kerumunan. Keselamatan Manusia adalah hukum tertinggi, harap dimaklumi,” tegas Dedy di Bengkulu, Sabtu (19/12).


Lonjakan jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi Bengkulu saat ini sudah melebihi kapasitas daya tampung sarana kesehatan yang ada. Artinya pemerintah harus tegas guna menekan angka peningkatan jumlah pasien. Dari data Satgas Covid-19 terkait peningkatan jumlah warga yang terkonfirmasi positif Covid-19, rata-rata terjadi peningkatan jumlah pasien minimal 30 orang per hari.


"Kemarin yang tertinggi, dalam sehari jumlahnya meningkat sebanyak 80 orang, ini luar biasa penyebarannya,” ungkap Dedy.


Dedy juga kerap menerima laporan dari warga yang tak mendapatkan kamar di rumah sakit. Bahkan warga tersebut sampai memelas dan siap membayar berapapun biaya agar keluarganya dapat dirawat di rumah sakit.


Pihak RSHD dan pihak RSMY sampai kewalahan. Karena rumah sakit tak mampu lagi menampung pasien Covid-19. Stok oksigen pun menipis. Termasuk alat kesehatan Covid-19 lainnya.


"Kemarin, adik kerabat saya di Seluma meninggal dunia karena tidak dapat pertolongan rumah sakit,” cerita Dedy.


Polda Bengkulu melalui Kabid Propam bahkan sudah membuat surat untuk internal dilarang menggelar acara pesta pernikahan.


"Dokter Zaini pun berkali-kali menelepon saya. Dia mengingatkan agar waspada. Saya prihatin dengan kondisi ini. Selanjutnya, Satgas Covid-19 Kota Bengkulu akan bersikap lebih tegas menangani kasus hari ini,” pungkas Dedy.

 


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Tak Boleh Rayakan Tahun Baru di Bengkulu, Ini Penjelasan Dedy Wahyudi

Trending Now

Iklan