Iklan

 


Si Busuk Penghipnotis Rakyat Bodoh

Minggu, 27 Desember 2020 | 06:23 WIB Last Updated 2020-12-30T23:45:32Z

 




HarianBengkulu.com - Malam gemuruh suara tank jenis Leopard senyap di lapangan banteng. Pekikan toa para demonstran menuntut revolusi sudah lumayan lengang. Hari dimana bertepatan dengan tragedi "Malari" tahun 70an, lahir seroang anak dengan sejuta harapan di kepalanya.


Lahir di tahun merah justru harus membawa beban sejarah. Tepat dihatinya berbaris rapih prajurit bukan tentara, bahkan tanpa mengokang senjata. Besar-mu ditunggu-tunggu, untuk bisa menggenggam titah tanpa menunggu. Bijaklah jika jadi pemimpin, aktor pewaris satu-satunya tahta kaum perjuangan.


Besar-mu harus dijalan ramai. Agar tahu pemainan jahat pemegang skenario. Teruslah mencari dalam gelap dan ketidaktahuan dunia. Suatu saat kau akan berguna, atau jatuh di lubang yang sama. Jika itu terjadi, maka tenanglah. Dirimu hanya akan dianggap sampah, bukannya musuh. 


Kalau otak sudah terisi penuh, kembalilah ke asal kampungmu. Mereka pasti akan terima. Asalkan diberi janji perut kenyang dan alat pertanian. Semua jadi beres.


Mintalah posisi apik ke penulis cerita, supaya hidup aman dan bergelimang harta. Cukup retorika kosong mereka sudah percaya, buatlah seakan dirimu adalah dewa. Salah benar urusan biasa, asalkan punya akalan busuk atas nama rakyatmu. Dengan begitu, kau sudah jadi pemimpin yang ideal.


Saat kau ingat beban sejarah-mu, tetaplah menjadi penghianat. Karena sebagian dari mereka juga sama bajingan-nya.


Posisi kepala jawatan-mu menjadi incaran orang-orang. Jangan mau kalah perang. Gunakan propaganda busuk apapun demi mendukung akal, niat dan tujuan busukmu. Sekali lagi, ini adalah perang. Jika kalah, perut buncitmu akan mengecil dan celana bahanmu akan kedodoran. Kemungkinan terburuknya, kau tak akan suka hidangan di penjara. 


Kau pernah beberapa kali korupsi, namun hanya sekali sial dan tersandung. Hitung-hitung latihan hidup di prodeo untuk kasus korupsi selanjutnya. Itupun jika terpilih kembali jadi kepala jawatan. Tapi itu hal gampang. Gayamu, cukup janjikan perut kenyang dan alat pertanian. Dengan begitu semua jadi senang. 


Memang benar kata orang-orang, soal menghipnotis rakyat, kaulah rajanya. Sekarang perjuangkanlah jabatan duniawimu. Mumpung rakyat lagi bodoh-bodohnya.


 


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Si Busuk Penghipnotis Rakyat Bodoh

Trending Now

Iklan