Iklan

 


Putri Gus Dur Sentil Pernyataan Abdul Somad Soal Rayakan Hari Ibu Haram dan Kafir

Sabtu, 26 Desember 2020 | 23:16 WIB Last Updated 2020-12-27T13:58:39Z

 



Putri Gus Dur Sentil Pernyataan Abdul Somad Soal Rayakan Hari Ibu Haram dan Kafir

harianbengkulu.com
- Putri Gus Dur, Alissa Wahid sentil pernyataan Ustaz Abdul Somad yang mengatakan jika merayakan hari ibu itu haram dan kafir. Ia pun menyindir ulama bergelar Lc.,M.A itu menyebarkan ajaran kebencian.


“Sekarang banyak ulama hadir dalam kehidupan kita. Mana ajaran yang perlu diikuti? Yang tidak membuat kita penuh dengan kebencian kepada setiap makhluk Allah SWT, yang meninggikan harkat kemanusiaan, yang memelihara kebaikan bersama," cuit Alissa dalam Twitternya, Sabtu (26/12).


Menurut Alissa, setiap orang berhak menyampaikan pendapat sepanjang tidak melanggar hak konstitusi warga negara lain, tidak melanggar martabat kemanusiaan dan kemaslahatan bersama. Memelihara tradisi yang baik sebenarnya tak masalah, terlebih tradisi menghormati ibu.


“Dia berhak atas pendapatnya. Boleh dong. Kita juga berhak atas pendapat kita, yang selalu berpijak pada prinsip al-muhafadhah ala al-qadiim as-shalih, wa akhdzu bi al-jadid al-ashlah. Memelihara tradisi yang baik dan mengambil pembaharuan yang lebih baik,” katanya.



Alissa pun meminta agar publik tak perlu takut terhadap perbedaan pandangan. Selama itu tak melanggar hak konstitusi warga negara yang lain. Kehidupan bernegara dan beragama dari kacamata ulama juga tak melanggar martabat kemanusiaan dan kemaslahatan bersama.


“Esensi ajaran agama itu membangun kemaslahatan bersama dan mengangkat martabat kemanusiaan. Ulama-ulama kita mengajarkan itu kan? Jadi silahkan berpikir,” katanya.


Kalau pun ada praktik pembaharuan tapi sesuai esensi ajaran agama seperti peringatan hari ibu atau vaksinasi sekalipun maka hal tersebut sah-sah saja. Lalu mengapa harus mempermasalahkan hal tersebut.  


“Kalau ada praktik pembaharuan tapi sesuai esensi ajaran agama, ya para ulama kita bisa terima, misalnya vaksinasi. Sebaliknya, kalau ada praktik yang tidak sesuai esensi ajaran agama ya harus mulai ditinggalkan, misal perbudakan, yang Nabi SAW saja melakukan transformasinya,” papar Alissa.

 


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Putri Gus Dur Sentil Pernyataan Abdul Somad Soal Rayakan Hari Ibu Haram dan Kafir

Trending Now

Iklan