Iklan

 


Clickbait: Peran Penting Ciwi-ciwi Optimalkan Kinerja Pejabat

Minggu, 06 Desember 2020 | 02:07 WIB Last Updated 2020-12-27T13:15:42Z

 


 


HarianBengkulu.com - Berkisah tak melulu soal 'plot twist' yang memukau pembaca. Tak pula harus mengabdi pada keindahan kata-kata bak penyair ulung di tongkrongan cafe. Cukup hanya duduk, merenung dan segelas kupi panas. Dengan begitu, imajinasi akan datang berserta diksi-diksi indah yang berbicara tentang cinta dan kesenangan.

Namun sayang, secangkir kupi buatanku terlahir cacat. Si hitam ini mati rasa akan hal manis. Jangankan manis, pahit pun tidak. Sial! Kecacatan ini nampaknya akan permanen. Maafkanlah. Gara-gara nekat ku buat, Kau cacat seumur hidup. Padahal, sudah ku keruk habis seisi toples gula dan kopi itu. Namun minim hasilnya. Secuil pun tak ku dapatkan. Okelah, silahkan kau gantung rasamu yang tanggung itu. Azeek.


Seruput pertama berlalu begitu saja. Tak ada kesan yang tersampaikan. Rasanya hampa. Gegara seduhan tuna rasa itu, aku mulai meracau. Otak ku mulai gendeng, sinto sableng. Ide-ide yang tersusun kian rapih nan biasa saja itu hilang entah rimbanya kemana. Aduh! Kegilaan ini membuatku bahagia. Hahaha.


Namun positifnya, situasi pikiran yang rada gila ini mungkin berguna jika pengisahanku kelak dianggap menyinggung bahkan menghina suatu pihak. Ya gimana lagi dong, namanya juga orang gila!


Setelah berpikir lumayan lama, sekitar setengah menitan, akhirnya ribuan ide-ide cemerlang nan biasa saja itu mengerucut pada satu bahasan. Yaitu "Milenial dan Bengkulu". Biasa aja sih bahasannya. Maklum, lagi gendeng.


Buat yang belum tau Bengkulu, nih dengerin nih. Secara definitif, eaa... sok akademis! Jadi gini, Bengkulu itu merupakan salah satu provinsi di Indonesia. Tepatnya di Pulau Sumatera, dan berbatasan langsung dengan Provinsi Lampung, Sumsel dan Florida Utara.


Udah tau kan? Oke. Langsung aja yak, capek bikin abstraknya. Hehe.


#Yang pertama, pandangan kaum Indie, tapi nggak pake home.


Kaum Indie atau pencinta senja ini begitu filosofis. Mereka memaknai suatu hal dengan pandangannya sendiri. Memang seharusnya begitu. Soalnya Indie diambil dari kata independen, yang berarti bebas. Mereka ini be confident in yourself banget deh pokoknya. No debat!


Bagi mereka, Bengkulu itu adalah surga. Segala instrumen dalam bermusik dan ber-senja ada di sini. Salah satu tempat nongkrong favoritnya yaitu Pantai Panjang. Sebuah wisata unggulan yang identik sama hamparan pasir warna warni bak TPA Bantar Gebang. Keren ih. Jadi pengen beli truk.


By the way, aku juga pencinta lagu Indie loh. Salah satunya lagu dari Adhitya Sofyan, yang berjudul "Sesuatu di Jogja". Keren nih lagu.


#Kedua, kaum Bucin (budak cinta).


Kaum yang satu ini dapat dipastikan nggak pernah lupa sama yang namanya malam Minggu. Karena bagi mereka, "ngapelin pacar di malam sakral itu adalah sebuah jalan ninja". Mereka ini adalah sang pujangga sejati, yang tak pernah kehabisan kata-kata puitis tentang asmara dan percintaan.


Tak mau kalah, kaum Bucin ini juga punya petuah sendiri menyoal Bengkulu. Bagi mereka, Bengkulu itu adalah tempatnya para mantan. Baik itu mantan pacar, mantan teman, mantan teman pacar, mantan pacar teman, maupun mantan gubernur dan mantan Bang "waspadalah!" yang sekarang nyalon lagi. Ups.


Maklumin aja, kaum Bucin emang gitu. random abis.


#Yang ketiga, adalah kaum Alay (anak layangan).


Nah, kalo yang ini agak sukar dijelasin. Selain kalo nongkrong selalu bawa teh gelas sama rokok Samsu sebatang, mereka ternyata nggak begitu peduli sama dunia. Yang mereka pikirin cuma gimana cara macarin anak pak RT. Itu pun kalo udah kelar Mabar Free Fire.


Mereka ini sering jawab seenak jidat kalo ditanya tentang Bengkulu. Ada yang bilang Bengkulu itu bagus, ada yang bilang gatau, dan ada pula yang hanya terdiam tanpa kata. Kau seolah jenuh padaku.. uuu. Ku ingin, kau bicara. Katakan saja apa..aaa, salahku.. uuuu.


Intinya mereka ini masih kecil lah, Balita. Bau kencur pulak. Jadi nggak usah ditanya macem-macem. Ntar psikisnya terganggu.


#Yang terakhir adalah kaum ciwi-ciwi hits


Kaum yang satu ini selalu up to date menyoal gaya hidup. Bagi mereka, sedikit telat beli gaun keluaran terbaru saja, rasanya sudah ketinggalan jaman hingga ribuan tahun. Terus yang nggak beli gaun keluaran terbaru manusia purba gitu? Yaelah.

Begitu juga dengan mahluk penyem

bah jaman ini. Mereka sama bodo amatnya dengan kaum Alay. Apalagi menyoal isu politik. Gak usah ditanya deh. Percuma. Mending rakit PC.


Namun kelebihannya, selain hits, sudah tentu ciwi-ciwi ini instagramable. Apapun kiranya yang bisa dipamerin disikat semua. Lumayan buat nunjukin ke followers kalo dia mampu.


Namun dari berbagai lintas kaum diatas, ciwi-cici hits inilah yang paling berperan penting bagi kemajuan Provinsi Bengkulu. Gimana caranya? Ntar dulu. Sabang dor! Eh kebalik.


Jadi gini, mereka ciwi-ciwi hits ini berperan penting dalam optimalisasi kinerja pemerintah. Buktinya, semakin banyak ciwi-ciwi yang punya akun Mi Chat di smart phone mereka, makin banyak juga pejabat yang semangat bekerja. Bahkan sampe semaleman nggak pulang kerumah. Ketika ditanya bini, alasannya lembur. Klasik bet klasik!

 


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Clickbait: Peran Penting Ciwi-ciwi Optimalkan Kinerja Pejabat

Trending Now

Iklan